
Menulis jurnal untuk pemula sebenarnya tidak harus rumit atau “ilmiah banget”. Yang penting adalah membiasakan diri menuangkan pikiran, pengalaman, ide, atau proses belajar secara teratur. Jurnal bisa menjadi alat untuk melatih berpikir, kreativitas, bahkan membantu proses menggambar dan berkarya.
Kalau kamu seorang kreator atau ilustrator, jurnal juga bisa menjadi “ruang latihan otak” sebelum membuat karya besar.
Apa Itu Jurnal?
Jurnal adalah catatan yang ditulis secara rutin tentang:
- pengalaman,
- pemikiran,
- proses belajar,
- ide,
- atau pengamatan sehari-hari.
Bentuknya bisa:
- tulisan pendek,
- poin-poin,
- sketsa + catatan,
- refleksi harian,
- sampai jurnal proses kreatif.
Cara Menulis Jurnal untuk Pemula
1. Tentukan Tujuan Jurnal
Tanya ke diri sendiri:“Aku ingin menulis jurnal untuk apa?”
Contoh:
- melatih konsistensi menulis,
- mencatat ide ilustrasi,
- merekam proses belajar menggambar,
- memahami diri sendiri,
- dokumentasi project,
- atau melatih kreativitas.
Kalau tujuannya jelas, kamu akan lebih mudah konsisten.
2. Jangan Memikirkan Tulisan Harus Bagus
Kesalahan pemula biasanya:
- takut jelek,
- takut tidak rapi,
- takut tidak menarik.
Padahal jurnal itu bukan lomba menulis.Jurnal adalah tempat berpikir dan berkembang. Tulis saja apa yang ada di kepala.
3. Mulai dari Format Sederhana
Gunakan format mudah seperti ini:
Format Dasar Jurnal
Tanggal:
27 Mei 2026
Apa yang saya lakukan hari ini?
Latihan menggambar bentuk dasar dan mencoba perspektif sederhana.
Apa yang saya pelajari?
Ternyata menggambar kubus membantu memahami volume objek.
Apa yang sulit?
Perspektif masih sering miring.
Rencana besok:
Latihan garis dan silinder selama 30 menit.
Format sederhana seperti ini sudah cukup bagus.
4. Tulis Sedikit Tapi Konsisten
Tidak perlu panjang.Bahkan 5–10 menit sehari sudah bagus. Konsistensi lebih penting daripada tulisan panjang tapi hanya sekali.
5. Gunakan Jurnal sebagai Tempat Ide
Kalau kamu kreator, jurnal bisa dipakai untuk:
- ide karakter,
- konsep cerita,
- dialog,
- desain dunia,
- warna,
- inspirasi visual,
- sampai evaluasi karya.
Contoh:
“Hari ini saya melihat bentuk awan menarik. Bisa dipakai jadi inspirasi monster atau landscape.” Hal kecil seperti itu lama-lama menjadi sumber ide besar.
Jenis Jurnal yang Cocok untuk Kreator
Jurnal Harian
Menulis kegiatan dan pikiran setiap hari.
Jurnal Proses Kreatif
Mencatat perkembangan karya dari awal sampai selesai.
Art Journal
Gabungan gambar, sketsa, warna, dan tulisan.
Jurnal Belajar
Mencatat apa yang dipelajari setiap latihan.
Tips Agar Konsisten Menulis Jurnal
- Jangan menunggu mood.
- Tulis seadanya.
- Gunakan buku kecil atau aplikasi notes.
- Tetapkan waktu tetap (misal malam hari).
- Fokus pada proses, bukan hasil.
Kesalahan Umum Pemula
Terlalu Perfeksionis
Ingin tulisan langsung bagus.
Menulis Terlalu Panjang
Akhirnya capek sendiri.
Membandingkan dengan Orang Lain
Padahal jurnal itu personal.
Tidak Menulis Karena “Tidak Ada yang Menarik”
Justru hal sederhana sering menjadi bahan refleksi terbaik.
Penutup
Menulis jurnal adalah latihan mengenali diri dan proses berpikir. Banyak seniman, penulis, dan ilustrator berkembang karena mereka terbiasa mencatat ide dan prosesnya.
Jurnal bukan tentang tulisan yang sempurna, tetapi tentang kebiasaan melihat, merasakan, dan merekam perjalanan kreatif.
Semakin sering menulis jurnal, semakin terlatih juga cara kamu berpikir dan berkarya.
